Jumat, 07 Oktober 2011

Hari Pertambangan 2011

Ucapan selamat di pintu masuk arena pameran (Foto: Julimar)
Tanggal 28 September diperingati sebagai Hari Pertambangan di Indonesia. Peringatan perdananya baru saja dilaksanakan bersamaan dengan pameran yang berlangsung pada tanggal 28 September  - 2 Oktober 2011 bertempat di Museum Minyak dan Gas Bumi dan Museum Listrik dan Energi Baru, Taman Mini Indonesia Indah. Pameran diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan di dunia pertambangan dan energi baik perusahaan swasta maupun instansi pemerintah.




Alat survei antik koleksi Museum Geologi (Foto: Mirza)
Museum Geologi turut mengisi salah satu gerai di bawah Badan Geologi, dengan menampilkan koleksi fosil gading dan rahang stegodon hasil ekskavasi di Flores (Nusa Tenggara Timur). Selain itu Museum Geologi juga membawa koleksi peralatan survei antik buatan Jerman yang berasal dari masa sebelum Perang Dunia II berikut poster sejarah singkat pertambangan di Indonesia. 





Fosil gading & rahang stegodon Flores (foto: Mirza)
Ada hal penting yang perlu diketahui oleh siapapun yang mengikuti pameran. Pameran sebenarnya adalah ajang untuk promosi dan membangun citra positif bagi peserta. Sebuah perusahaan ataupun instansi pemerintah yang mengikuti pameran seyogyanya bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan pameran dan mempersiapkan tenaga yang memadai untuk menjaga gerai dan memberikan informasi kepada pengunjung pameran. Pengunjung pameran adalah masyarakat umum dengan tingkat pengetahuan dan keingintahuan yang sangat beragam. Berpameran secara filosofis adalah memberikan edukasi dan informasi kepada pengunjung tentang apa yang kita tampilkan. Jadi berpameran bukanlah sekedar memajang barang dan aneka produk, melainkan juga memberikan informasi. Setiap barang yang dipamerkan harus disertai dengan informasi yang memadai. Jika peserta pameran tidak menyediakan informasi tertulis tentang apa yang dipamerkannya, maka dia harus menyediakan orang yang mampu (kompeten) memberikan penjelasan dan informasi kepada pengunjung.

Anak-anak serius mencoba teodolit kuno (atas) dan membaca brosur Museum Geologi (bawah). Foto: Julimar




Jangan menyepelekan pengunjung. Itu yang harus tertanam dalam benak setiap peserta dan penyelenggara pameran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar