Kamis, 16 September 2010

Bagaimana Menghitung Umur Fosil?

Umur fosil dapat ditentukan dengan cara relatif (umur fosil ditentukan berdasarkan hubungannya dengan fosil atau satuan batuan lain) maupun mutlak (perkiraan umur dalam hitungan tahun). Salah satu prinsip pertanggalan relatif adalah superposisi (superposition), yaitu lapisan batuan (berikut fosil yang ada di dalamnya) yang di bawah lebih tua daripada lapisan di atasnya (dalam posisi normal). Ini merupakan hal yang wajar karena lapisan endapan yang di bawah lebih dulu terbentuk dibandingkan yang di atasnya. Konsep yang berkaitan dengan pertanggalan relatif adalah korelasi, yaitu lapisan batuan dibandingkan dengan lapisan batuan di tempat lain atas dasar komposisi mineralnya, kandungan fosilnya, dan ciri-ciri lainnya. Jika satu unit atau rangkaian batuan sangat mirip dengan unit batuan di tempat lain, maka dikatakan keduanya berkorelasi dan dianggap berumur sama. Korelasi terutama dapat diandalkan jika di dalamnya terdapat fosil indeks, yaitu fosil yang memiliki rentang umur terbatas. Fosil indeks yang baik dapat dikenali dengan mudah dan tersebar luas di dunia, sehingga fosil-fosil tersebut dapat membantu korelasi lokal maupun internasional.
 
Pertanggalan mutlak melengkapi pertanggalan relatif dengan memberikan umur kronologis spesifik (tidak terlalu tepat) untuk spesimen tertentu, seperti “50 juta tahun sebelum sekarang.” Beberapa tahun terakhir ini bentuk pertanggalan mutlak yang dapat diandalkan semakin banyak karena adanya perkembangan di bidang metode pertanggalan radiometrik. Metode-metode ini didasarkan pada peluruhan unsur radioaktif tertentu menjadi isotop lain atau “produk turunan”. Dengan mengukur jumlah produk “induk” dan “turunannya” dalam sampel batuan, maka perkiraan umur batuan tersebut dapat dihitung.
 

Metode Carbon 14 (C-14) sudah banyak diketahui orang dan mereka berasumsi bahwa umur fosil dapat dihitung dengan metode ini. Sebenarnya, dalam sebagian besar kasus metode C-14 hanya berguna untuk materi organik yang umurnya kurang dari 50.000 tahun, termasuk sisa-sisa manusia dan artefak, tapi tidak termasuk fosil. Pertanggalan mutlak terhadap fosil membutuhkan metode pertanggalan lain seperti metode potassium-argon atau rubidium-strontium, yang menggunakan isotop dengan tingkat peluruhan rendah (paruh-waktunya lebih lama). Isotop jenis ini jarang terdapat pada fosil, tetapi dapat ditemukan pada lapisan batuan di sekitarnya atau yang berdekatan, sehingga menghasilkan perkiraan umur untuk unit batuan yang mengandung fosil tersebut. Dengan menggunakan prinsip-prinsip yang disebutkan di atas, para ahli juga dapat mengurangi perkiraan umur lapisan batuan lain yang berkorelasi dengan formasi yang sama, demikian juga dengan perkiraan umur untuk lapisan di atas dan di bawah formasi batuan tersebut (yang bisa saja lebih tua atau lebih muda).
 
Istilah “di atas” dan “di bawah” dalam konteks ini digunakan dalam pengertian relatif atau stratigrafis; artinya, istilah itu didasarkan pada posisi unit-unit batuan secara relatif terhadap satu sama lain (atau unit-unit yang bekorelasi), bukan dalam arti ketinggian di atas permukaan laut. Cabang geologi yang mempelajari korelasi lapisan batuan disebut stratigrafi (atau biostratigrafi jika fokusnya adalah fosil dalam lapisan batuan), dan cabang ilmu ini merupakan alat yang penting bagi ahli paleontologi.

 
Diterjemahkan dari How Fossils are Dated (www.paleo.cc/kpaleo/fossdate.htm).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar