Kamis, 16 September 2010

Siapakah para Muse?

Para Muse (www.museguild.org)
Dalam tulisan tentang sejarah museum telah disinggung tentang para Muse. Siapa mereka?

Para Muse dalam mitologi Yunani Kuno memiliki salah satu fungsi paling penting, yaitu memberi inspirasi pada puisi serta mendorong kesenian dan ilmu pengetahuan. Orang yang dianggap beruntung karena diberi inspirasi oleh para Muse sangat dihormati dan dianggap suci, lebih suci daripada para pendeta. Para Muse sering digambarkan sebagai ratu nyanyian, dan jamuan makan di Gunung Olympus (tempat tinggal para dewa dalam kepercayaan Yunani Kuno – penerj.) tidak lengkap tanpa kehadiran mereka. Setiap Muse memiliki spesialisasi sendiri. Mereka adalah:

  • Calliope - Muse untuk kefasihan berbahasa dan puisi kepahlawanan, dia juga pemimpin para Muse.
  • Clio - Muse untuk puisi sejarah dan kepahlawanan
  • Erato - Muse untuk puisi liris, terutana tentang cinta
  • Euterpe - Muse untuk puisi liris dan musik, terutama seruling
  • Melopomene - Muse untuk tragedi
  • Polyhymnia - Muse untuk himne suci dan keindahan, kefasihan berbahasa dan tari
  • Terpsichore - Muse untuk tari, paduan suara drama, dan puisi liris.
  • Thalia - Muse untuk komedi
  • Urania - Muse untuk astronomi, astrologi dan cinta universal

Muse biasanya digambarkan sebagai gadis-gadis cantik, berhiaskan rangkaian daun palem, daun laurel, bunga mawar, atau bulu Siren (mahluk mitis berbentuk burung dan wanita – penerj.). Para muse digambarkan menari membentuk lingkaran bersama dengan Dewa Apollo, sang Dewa Kesenian.

Sebagai pelindung seni dan ilmu pengetahuan, para Muse mendorong aspek keberadaan umat manusia yang lebih beradab. Itu sebabnya para Muse sering diminta pertolongan untuk ekspresi artistik selama ribuan tahun dan sekarang tetap menjadi rujukan bagi para seniman, pujangga, penulis dan musisi di dunia Barat.
·   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar