Rabu, 06 Oktober 2010

Mengapa hitungan minyak bumi memakai barel?

Edwin L. Drake (www.wikipedia.c0m)
Pemakaian istilah barel untuk satuan unit pengukuran minyak bumi berawal dari ladang minyak Pennsylvania di Amerika Serikat. Minyak bumi di Pennsylvania ini pertama kali ditemukan oleh Kolonel Drake pada tahun 1859. Pada waktu itu minyak bumi hasil pengeboran ditempatkan dalam gentong-gentong kayu. Barel sendiri berasal dari kata barrel dalam bahasa Inggeris yang berarti gentong. Sejak saat itu kata barel menjadi satuan untuk pengukuran minyak bumi. Dalam proses pengangkutan minyak bumi dari ladang minyak sampai ke konsumen terjadi pengurangan volume sebagai akibat alamiah karena transportasi sehingga ukuran barel ini tidak sama. Akhirnya setelah berkembang sistem ukuran dengan metrik maka barel pun diubah ke dalam liter tetapi itu pun masih ada perbedaan antara minyak bumi dengan benda cair lainnya (misalnya anggur). Jadi satu barel minyak bumi setelah dikonversi ke dalam liter adalah sama dengan 158,97 liter (159 liter), tetapi satu barel anggur hanya 119 liter. Itu menurut orang Amerika. Menurut orang Inggris beda lagi. Tetapi dunia internasional membuat kesepakatan bahwa barel yang dipakai adalah barel Amerika sehingga satu barel minyak bumi sama dengan 159 liter. Pemakaian barel pun hanya khusus untuk minyak mentah, sedangkan untuk penjualan kepada konsumen (yang sudah diolah) digunakan standar pengukuran liter.

(Julimar, 2006: dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar