Selasa, 12 Oktober 2010

Apakah fosil bisa dibuat?

Foto: wikimedia.org
Perlu dipahami terlebih dahulu, bahwa definisi fosil adalah sisa/bekas/jejak kehidupan masa lalu yang telah terawetkan secara alamiah, biasanya berumur lebih dari 10.000 tahun. Dengan demikian, fosil merupakan bukti adanya kehidupan yang terkandung dalam lapisan tanah/batuan dan terbentuk secara alamiah. Ini adalah fosil asli.

Kalau ada fosil yang bisa dibuat oleh manusia dengan teknologi tertentu namanya adalah “fosil buatan”. Fosil buatan ada 2 jenis, yaitu replika (cetakan) dan rekayasa (tiruan). 

 
Fosil replika merupakan turunan/cetakan sesuai dengan fosil aslinya, hanya saja dibuat dari bahan kimia tertentu seperti gipsum, silikon atau fibre glass. Replika ini secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan sebagai data penelitian, karena sesuai dengan aslinya. Sedangkan fosil rekayasa dapat merupakan tiruan ataupun hasil karya seni yang sarat dengan subyektivitas keinginan sang pembuat, bahkan kadang dapat mengarah kepada pemalsuan yang mungkin tidak disadari. Secara ilmiah jenis ini tidak dapat dijadikan data, karena fosil buatan biasanya adalah berasal dari sisa kehidupan sekarang yang diproses dengan cara tertentu agar mengeras seperti batu dan kelihatan kusam seperti barang berumur tua.
Perbandingan replika dengan rekayasa/patung, seperti halnya potret dengan lukisan.


Perbandingan replika dengan rekayasa/patung, seperti halnya potret dengan lukisan.

(Sinbas, 2006, dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar