Kamis, 09 Agustus 2012

Museum fatigue


Ada yang pernah mendengar kalimat di atas? Saya menemukan kalimat tersebut ketika sedang berselancar di dunia maya. Konsep museum fatigue telah muncul sekitar tahun 1920-an dan 1930-an di Amerika Serikat. Museum fatigue adalah kondisi ketika perhatian pengunjung museum pada objek semakin berkurang seiring dengan semakin lamanya waktu kunjungan (museum visitor interest towards exhibits decreased as visits progressed). 

Urban Dictionary mendefinisikan museum fatigue sebagai berikut: The type of exhaustion you get from walking from place to place, stopping, thinking about what you are seeing, then continuing. This happens often in a museum. (Jenis kelelahan yang amat sangat yang terjadi karena kita berjalan dari satu tempat ke tempat lain, berhenti, berpikir mengenai apa yang kita lihat, lalu berjalan lagi. Hal seperti ini sering terjadi di museum). Sepertinya ini istilah yang asing di telinga namun kenyataannya kebanyakan dari kita pernah mengalaminya.

Saya sendiri pernah mengalami hal seperti ini. Bukan hanya di museum melainkan juga di mal. Awalnya kita melihat-lihat objek dengan perhatian penuh sambil terus berjalan ke objek atau etalase berikutnya. Lambat-laun perhatian kita menurun dan kita hanya melihat sekilas saja pada objek-objek berikutnya. Mata kita terlanjur lelah karena banyaknya objek yang harus kita lihat, kita juga mulai sering menguap sebagai tanda kebosanan, serta kaki kita mulai pegal karena berdiri lama. Ujung-ujungnya kita mencari tempat duduk (dan kesal bila ternyata di tempat tersebut tidak ditemukan bangku atau apa pun yang dapat dijadikan tempat duduk). Menurut penelitian Gareth Davey rentang perhatian pengunjung museum umumnya berkisar antara 30-45 menit. Setelah itu berkurang hingga tingkat yang paling bawah. Gareth Davey menyebutkan dua hipotesis untuk menjelaskan penyebab museum fatigue ini, yaitu:
1.    Faktor fisik pengunjung itu sendiri: kelelahan fisik yang dialami pengunjung ketika dia berjalan mengamati objek di museum.
2.   Faktor lingkungan: lingkungan yang ada di museum membuat pengunjung lelah (misalnya tata pameran yang terlalu padat, atau terlalu banyak tulisan; termasuk di dalam faktor lingkungan adalah arsitektur gedung museum).
Bagaimana cara mengatasi museum fatigue ini? Nantikan tulisan berikutnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar