Minggu, 28 November 2010

Strategi Pemasaran Museum

Sumber: Jogja Tourism Training Centre - UGM

Museum merupakan bagian dari objek dan daya tarik wisata dan sangat potensial untuk dikembangkan. Keberadaan museum dengan berbagai macam koleksinya merupakan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mengunjunginya. Museum menurut definisi ICOM adalah suatu lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat, terbuka untuk umum, yang mengumpulkan, merawat, meneliti, mengkomunikasikan, dan memamerkan benda-benda bukti material manusia dan lingkungannya untuk tujuan studi, pendidikan, dan pariwisata. Oleh karena itu, museum bisa menjadi bahan studi oleh kalangan akademis, dokumentasi kekhasan masyarakat tertentu, ataupun dokumentasi dan pemikiran imajinatif di masa depan. Mengacu pada definisi museum tersebut, fungsi museum terbagi menjadi fungsi sosial dan fungsi komersial. Fungsi sosial museum meliputi pendidikan, konservasi dan pelayanan yang diberikan kepada pengunjung. Adapun fungsi komersial museum diantaranya mengumpulkan sumber daya sebagai bahan pengembangan museum. Dari sisi komersialpun museum merupakan lembaga nirlaba yang bukan berarti koleksi yang dimiliki tidaklah menarik. Pengelola museum dituntut untuk dapat  merawat, meneliti serta memamerkan koleksi dengan kemasan yang menarik walaupun dengan dana pengelolaan yang terbatas. Selain itu, dengan jumlah atau tingkat kunjungan wisatawan yang banyak tentunya akan meningkatkan citra museum sebagai  objek dan atraksi wisata alternatif. Terdapat dua jenis pengunjung museum, yang pertama yaitu para kolektor, seniman, para perancang, ilmuwan, dan mahasiswa, yang karena latar belakang sosialnya seakan-akan ada hubungan tertentu dengan koleksi museum, dan bahwa kunjungan mereka ke museum itu sudah direncanakan semula dengan motivasi yang jelas.

Jenis pengunjung museum yang kedua, yaitu .....................

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar