Rabu, 16 November 2011

Pameran Keliling Bersama: Subang 2011

Akhirnya, setelah menanti penuh rasa ingin tahu, konsep baru Pameran Keliling Bersama yang digagas Museum Negeri Sri Baduga pun terwujud. Untuk pertama kalinya penyelenggara menggunakan jasa konsultan yang, katanya, sudah berpengalaman menyelenggarakan berbagai pameran di dalam dan luar negeri. Konsep yang ditawarkan sungguh menarik dan foto-foto yang ditampilkan cukup menawan hati. Tampilan pameran kali ini sungguh sangat berbeda dengan pameran-pameran sebelumnya (lihat di sini)

Foto 1 (oleh Julimar)

Dengan konsep tata pameran minimalis, koleksi yang ditampilkan sangat terbatas namun menjadi simbol bagi citra setiap museum secara keseluruhan. Area pameran terlihat “bersih” namun “dingin” dan angkuh. Tidak terasa lagi kesemarakan yang biasa terjadi di setiap ajang Pameran Keliling Bersama. Apalagi warna dasar yang digunakan oleh konsultan cenderung monokrom dengan warna utama abu-abu (diterapkan pada karpet dan stage untuk koleksi). Warna panel pun berupa warna alamiah yang berasal dari bambu yang disusun tanpa polesan apapun. Di sini kreativitas peserta pameran ditantang agar dapat “memunculkan” koleksi masing-masing.

Alur pengunjung, penunjuk arah, dan sound system

Ada beberapa hal penting yang luput dari perhatian pihak konsultan, yaitu alur pengunjung, penunjuk arah, dan sound system. Dengan rancangan tata pameran seperti ini (lihat Foto 1) seharusnya pihak konsultan  mengatur alur pengunjung apakah pengunjung akan diarahkan sesuai arah jarum jam ataukah sebaliknya. Tanda penunjuk arah yang sudah dibuat tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya melainkan hanya disimpan di selasar samping (lihat Foto 2). Salah seorang peserta akhirnya berinisiatif memasang tanda MASUK di pintu masuk dan tanda KELUAR di pintu keluar di dekat panggung. Namun ternyata hal itu tidak efektif karena tata pameran tidak mendukung pengaturan alur tersebut. Seharusnya jika pintu masuk dari arah selatan dan alur pengunjung searah jarum jam maka pintu keluar berada di lokasi yang ditempati oleh gerai Museum Basoeki Abdullah. Dengan demikian lokasi pertama yang dikunjungi adalah gerai Museum Geologi. Jika alur pengunjung berlawanan dengan arah jarum jam maka yang terjadi adalah sebaliknya. 

Foto 2 (oleh Julimar)
 Penempatan pintu keluar di dekat panggung benar-benar tidak masuk akal karena pengunjung yang telah mengamati sisi kiri pameran akan luput mengamati sisi kanan, begitu pula sebaliknya. Dengan demikian mereka cenderung memutar untuk mengamati gerai di sisi yang berlawanan dan keluar melalui pintu masuk. Untungnya pengunjung pameran ini tidak membludak seperti halnya di Karawang atau Ciamis, jadi keluar masuk dari pintu yang sama masih cukup aman.

Akibat tidak adanya alur ini ketika Bupati Subang dan jajarannya meninjau pameran pada acara pembukaan maka pemandu Museum Sri Baduga mengarahkan beliau ke tengah, tempat koleksi andalan Sri Baduga terpajang sebagai titik perhatian utama. Ini betul-betul menimbulkan tanda tanya dan ketidaknyamanan kepada peserta lain. Hal seperti ini seyogyanya tidak perlu terjadi jika alur pengunjung ditentukan sebelumnya.

Hal lain yang mengganggu adalah penempatan pengeras suara di dalam area pameran (hal ini sudah dibahas dalam posting sebelumnya). Sound system yang terpasang digunakan untuk hiburan (menyanyi) dan ini sangat mengganggu suasana di dalam karena pemandu museum tidak dapat memberikan keterangan kepada pengunjung (suara mereka kalah oleh suara sang penyanyi yang ternyata tidak sekedar menyanyi). Gerai Museum Geologi terkena langsung dampaknya karena pengeras suara ditempatkan tepat di sudut lokasi gerai.

Ternyata tidak mudah menyederhanakan sesuatu. Apa yang dari luar tampak sederhana biasanya telah melalui proses pemikiran rumit dan mendalam. Pameran kali ini membuktikan hal tersebut. Kesederhanaan yang tidak melalui pemikiran mendalam akan terkesan asal jadi. Konsep pameran seharusnya digodok matang secara menyeluruh, tidak parsial seperti ini. Namun demikian, saya tetap memberikan penghargaan kepada penyelenggara dan pihak konsultan atas keberanian mereka menawarkan konsep segar dalam berpameran. Mudah-mudahan ke depan akan lebih baik lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar