Kamis, 12 Januari 2012

Remedial Test di Museum Geologi? Mengapa tidak!

Seorang siswa menceritakan pengalamannya melakukan ujian perbaikan mata pelajaran geografi di Museum Geologi. Kejadiannya sudah hampir dua tahun yang lalu tetapi saya baru menemukannya di internet ketika sedang berselancar. Ini informasi menarik dan penting bagi pengelola museum. Museum dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif yang mendorong pada peningkatan pengetahuan untuk bidang ilmu terkait. Saya ingin berkenalan dengan Sang Guru yang kreatif ini, yang telah memberikan pengalaman lebih kepada anak didiknya. Berikut saya tampilkan cuplikan teks asli tulisan siswa tersebut yang dimuat di dalam blognya.

Sabtu, 06 November 2010
Museum Geologi: Mari Belajar Tentang Bumi
Satu dari sekian hal yang ane benci dari sekolah adalah remedial. Kegiatan remedial terjadi akibat nilai ujian sang siswa tidak mencapai batas wajar. Alhasil, siswa tersebut mesti mengulangi ujian yang biasanya memiliki soal sama, dan susahnya juga gak ada bedanya.
Begitu pula dengan ane. Nilai UTS ane kemaren kurang memuaskan, dengan 6 nilai dari 5 pelajaran berbeda kudu di-remedial. Beberapa dah tuntas, tapi satu pelajaran masih menggantung, dan ini bikin ane risih berat. Kenapa? Ya, kalian pasti ngerti lah, perasaan saat ada suatu hal yang belum tuntas, tapi dikejar oleh deadline yang tidak mengenal belas kasihan. Halah, lebay.

Pelajaran yang menggantung tersebut adalah geografi. Pelajaran ini berisi tentang berbagai hal yang berhubungan dengan bumi dan kemasyarakatan. Berhubung sejak SMA ada pelajaran sosiologi, jadi ilmu kemasyarakatan (sepertinya) udah gak ada di geografi. Emang pas UTS, pelajaran ini bikin stres satu angkatan. Hampir semua siswa di kelas ane diremed. Susah? Gak juga sih. Ribet? Gak terlalu. Jadi apa dong yang bikin siswa jadi dong-dong ngerjain soal geografi? Jawabannya adalah..........

Susah.

Oiya, dan ribet.

Ah, cukup basa-basinya. Intinya ane dan kawan-kawan harus mengikuti ujian perbaikan. Tapi kayaknya Bu Cucu, guru yang ngajar ane geografi menginginkan sesuatu yang berbeda kali ini. Tidak ada remed menggunakan kertas soal yang sama, melainkan sang guru akan membawa murid-muridnya melakukan kunjungan ke salah satu museum terkenal di Bandung: Museum Geologi.
Yah, ide yang bagus. Kebetulan ni museum ada hubungannya sama ilmu geografi. Sabtu tadi siang adalah saat dimana ane dkk. berkunjung. Walau gak terlalu antusias, tapi dari pagi ane udah menclok di depan museum.

Jadi sistem remednya begini: Bu Cucu membagikan tiga lembar kertas yang berisi berbagai pertanyaan tentang bumi. Nah kemudian murid-murid 'pintar'nya diharuskan berkeliling museum untuk mencari jawaban dari pertanyaan tersebut. Memang bikin capek, tapi seru juga. Apalagi ada berbagai objek menarik yang bisa ane teliti, contohnya maket berbentuk peta pertambangan di Papua (ane lupa namanya apa), batu dari luar angkasa, dan replika Tyrannosaurus yang terbuat dari tulang aslinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar