Rabu, 18 Agustus 2010

Berdirinya museum

Menjelang abad ke-19 izin akses publik terhadap koleksi yang semula merupakan koleksi pribadi sudah menjadi hal yang semakin umum, sebagaimana dilukiskan dalam bagian sebelumnya. Yang terjadi berikutnya dalam waktu seabad adalah didirikannya berbagai museum oleh pejabat regional maupun nasional di seluruh dunia, yang jelas-jelas ditujukan untuk keperluan publik. Berdirinya berbagai museum akan menjadi topik bagian ini.

MUSEUM DAN IDENTITAS NASIONAL

Eropa Tengah
Yang berperan dalam berdirinya berbagai museum pada awal abad ke-19 adalah berkembangnya kesadaran nasional, terutama di kalangan rakyat di Eropa Tengah. Pada tahun 1807 the National Assembly of Hungary mendirikan sebuah museum nasional di Pest dari koleksi yang dihibahkan kepada negara oleh Count Ferenc Széchenyi lima tahun sebelumnya. Di Praha koleksi sejarah alam milik para count dari Sternberg dan keluarga-keluarga bangsawan dijadikan museum dan dibuka pada tahun 1823 dengan tujuan mempromosikan identitas nasional. Moravian Museum di Brno dibuka tahun 1817, dan museum-museum lainnya dibuka pula di Zagreb dan Ljubljana tahun 1821. Di pusat Kekaisaran Austro-Hongaria di Wina, koleksi kekaisaran menjadi museum nasional; museum daerah didirikan di Graz, Innsbruck, dan Salzburg dalam kurun waktu 1811-34.
Hans von Ausess (www.wtefan-arold.de)
Di Nürnberg, Germanic National Museum didirikan oleh seorang pengusul penyatuan Jerman, Hans von Aufsess, dan pada pertengahan abad sebagian besar negara bagian Jerman sudah memiliki museum. Merambah ke utara, di Polandia meskipun telah direncanakan untuk mendirikan sebuah museum nasional pada tahun 1775, museumnya sendiri baru berdiri pada tahun 1862; tetapi pada awal abad ke-19 Putri Izabella Czartoyska sudah delapan tahun memiliki museum di taman kastil di Pulawy, dekat Warsawa, dan sekitar waktu yang sama dua koleksi pribadi dibuka untuk umum di Wilanów dan Warsawa.

Museum benda-benda antik
C.J. Thomsen www.britannica.com)
Minat yang meningkat terhadap barang antik berujung pada ekskavasi di situs-situs arkeologi lokal dan memiliki dampak terhadap perkembangan museum. Pada tahun 1806-26, di Rusia sebelah utara Laut Hitam, dibuka empat museum arkeologi di Feodosiya, Kerch, Nikolayev, dan Odessa (semuanya terletak di Ukraina sekarang). The Museum of Northern Antiquities dibuka di Kopenhagen pada tahun 1819 (di sanalah direktur pertamanya, Christian Jürgensen Thomsen, mengembangkan sistem tiga-bagian dalam klasifikasi prasejarah: zaman Batu, zaman Perunggu, dan zaman Besi). Museum ini kemudian digabungkan dengan tiga museum lain (museum etnografi, museum benda antik, dan museum numismtika) pada tahun 1892 dan menjadi National Museum of Denmark. Di Perancis Museum of National Antiquities dibuka di Saint-Germain-en-Laye di akhir abad ke-18. Museum ini masih bertindak sebagai tempat penyimpanan kekayaan arkeologi nasional. Demikian juga halnya dengan State Historical Museum di Stockholm, yang menyimpan material paling tua yang ditemukan pada abad ke-17. Museum arkeologi nasional di Yunani dimulai di Aeginia tahun 1829. Namun negara-negara Eropa tertentu – misalnya Inggeris dan Jerman – tidak memiliki koleksi benda antik nasional yang baik, dan akibatnya museum-museum daerah di kedua negara tersebut malah lebih kaya.

Pengaruh industri dan ilmu pengetahuan
Di Inggeris, reformasi sosial untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul dari industrialisasi memiliki peran dalam berkembangnya museum-museum kotapraja. Dukungan yang diberikan pejabat setempat kepada museum dipandang sebagai alat untuk melengkapi instruksi dan hiburan bagi penduduk kota yang semakin meningkat jumlahnya, dan menjadi pokok bahasan dalam undang-undang tahun 1845. Museum juga dipandang sebagai wahana untuk mempromosikan rancangan industri dan pencapaian di bidang ilmu dan teknik. Promosi semacam ini menjadi motivasi di balik rencana pendirian Victoria and Albert Museum (untuk seni dekoratif) dan Science Museum, yang keduanya terletak di Kensington, London; koleksi yang digunakan untuk mendirikan museum tersebut diperoleh dari the Great Exhibition tahun 1851 – pasar raya pertama di dunia. Sejak saat itu pameran internasional memiliki sumbangan signifikan pada pendirian sejumlah museum, termasuk Technical Museum of Industry and Trade di Wina dan the Palace of Discovery di Paris.

Amerika Serikat
Smithsonian Institution di Washington, D.C., berdiri melalui hibah besar sejumlah hampir setengah juta dolar dari James Smithson, seorang Inggeris. James Smithson sangat mengharapkan adanya sebuah institusi di Amerika Serikat “untuk meningkatkan dan menyebarkan pengetahuan di kalangan umat manusia”. Pada tahun 1846 Kongres Amerika Serikat menerima hibah ini dan mengeluarkan undang-undang yang menetapkan Smithsonian sebagai sebuah institusi yang bertugas merepresentasikan “semua objek seni dan penelitian…..sejarah alam, tumbuhan, [dan] spesimen geologika serta mineralogika” milik Amerika Serikat. The U.S. National Museum dibuka pada tahun 1858 sebagai bagian dari program ilmiah Smithsonian dan menjadi museum pertama dari banyak museum di institusi tersebut, yang sebagian besar berdiri sepanjang Mall di Washington, D.C.
Smithsonian Institution (www.cvent.com)


Panel di Hoabsbrouck House (www.rockhillridge.com)
Museum rumah bersejarah yang pertama dibangun oleh masyarakat setempat (tipe khas di Amerika Serikat) adalah Hasbrouck House di Newburgh, New York, yang pernah dijadikan markas terakhir George Washington pada waktu Perang Revolusi. Pembelian rumah tersebut oleh Negara Bagian New York pada tahun 1850 menetapkan preseden lain: pejabat publik bertugas menyediakan dan merawat bangunan museum, sedangkan dewan pengawas bertanggung jawab terhadap koleksi dan staf. Dua museum lain yang terkenal, keduanya di New York City, yaitu  American Museum of Natural History (berdiri tahun 1869) dan Metropolitan Museum of Arts (dibuka tahun 1870), menjadi contoh untuk sistem di atas.

Museum nasional dan museum daerah lainnya
Pada pertengahan abad ke-19 berdiri sejumlah museum terkenal lainnya. Di Kanada koleksi National Museum dibuka pada tahun 1843 di Montreal sebagai bagian dari Geological Survey, sementara pendahulu Royal Ontario Museum di Toronto, yaitu Ontario Provincial Museum, didirikan pada tahun 1855. Di Australia berdiri National Museum of Victoria di Melbourne tahun 1854; diikuti oleh National Gallery of Victoria pada tahun 1861 dan Science Museum of Victoria pada tahun 1870. Di Kairo berdiri Egyptian Museum tahun 1858. Semua museum ini mengikuti gaya Eropa, bahkan koleksi seni Amerika Selatan pun cenderung didominasi oleh gaya koleksi yang berasal dari Eropa dan mengabaikan karya seni penduduk asli.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar