Senin, 16 Agustus 2010

Sejarah museum (4)

Kegiatan mengumpulkan pada masa klasik

Catatan sejarah dan arkeologi tidak menyediakan bukti bahwa museum seperti yang kita kenal sekarang sudah berkembang pada masa yang sedemikian awal; bahkan kata museum pun tidak mendukung hal ini, kecuali asal-usul katanya yang berasal dari masa klasik. Namun demikian, mengumpulkan benda-benda yang mungkin memiliki nilai religius, magis, ekonomis, estetis, maupun historis atau hanya sekedar memenuhi rasa ingin tahu, dilakukan secara luas di dunia baik oleh perorangan maupun oleh kelompok orang. Salah satu contohnya adalah, di kekaisaran Romawi dan Yunani benda-benda persembahan yang memenuhi syarat disimpan di dalam kuil, kadang-kadang juga di dalam tempat penyimpanan yang khusus dibangun untuk keperluan itu: benda-benda ini termasuk karya seni dan benda alam yang aneh-aneh, serta benda-benda eksotik yang dibawa dari tempat-tempat jauh di wilayah kekaisaran. Biasanya benda-benda tersebut dipamerkan kepada publik, seringkali dengan mengutip sedikit biaya. Yang lebih dekat dengan konsep museum adalah pinakotheke di Yunani, yang didirikan pada abad ke-5 SM di Acropolis di Athena, yang menyimpan lukisan dewa-dewa yang dipuja. Di Romawi karya seni tidak kurang peminatnya. Sebenarnya, karya seni begitu melimpah di tempat-tempat umum di Romawi, tetapi di sana tidak ada museum. Koleksi beberapa kaisar Romawi yang tidak dapat diakses publik ini menjadi sasaran komentar rakyat, dan pada abad pertama SM, Agrippa, wakil Augustus, memberikan komentar yang berakibat pada dibukanya akses publik pada berbagai lukisan dan patung tersebut.

Bersambung.......

Sumber; Encarta encyclopaedia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar