Selasa, 17 Agustus 2010

Sejarah museum (6)

Eropa abad pertengahan

Di Eropa abad pertengahan koleksi yang ada terutama menjadi hak istimewa kaum bangsawan dan gereja. Tentu saja seringkali ada hubungan dekat di antara keduanya, seperti dalam kasus kekayaan berharga milik kaisar Charlemagne, yang dibagi-bagi di antara sejumlah rumah ibadah pada awal abad ke-9. Kekayaan semacam itu memiliki nilai ekonomi penting dan digunakan untuk membiayai perang serta pengeluaran negara lainnya. Koleksi lainnya berupa benda yang dianggap relik agama Kristen, yang juga banyak diperdagangkan. Pada masa tersebut maritim Eropa berhubungan dengan bagian dunia lain terutama melalui pelabuhan Lombardi dan Tuscany di Mediterania utara. Keduanya memiliki kepentingan eklesiastik (berkaitan dengan gereja – penerj.) dengan Romawi, dan menghasilkan banyak kontak dengan semenanjung Italia dan benua Eropa. Ada bukti pergerakan benda-benda antik dan perdagangan benda-benda tersebut sejak abad ke-12. Henry of Blois, uskup Winchester, dilaporkan membeli patung-patung kuno selama kunjungannya ke Romawi pada tahun 1151 dan mengirimkan patung-patung tersebut ke Inggeris dengan menempuh perjalanan selama sebulan lamanya.

Pergerakan barang-barang antik ini tidak terbatas hanya di Italia. Benda-benda eksotik dari wilayah lain yang memasuki pelabuhan Italia segera saja menjadi koleksi raja, sementara keterlibatan Venesia dalam Perang Salib pada awal abad ke-13 berakibat pada berpindahnya patung kuda perunggu yang terkenal dari Konstantinopel ke Basilika San Marco di Venesia.

Sumber: Encarta Encyclopaedia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar