Selasa, 17 Agustus 2010

Sejarah museum (9)

Koleksi pribadi yang khusus

Berkembangnya ketertarikan pada manusia dan sejarah alam pada abad ke-16 berakibat pada terciptanya koleksi-koleksi khusus. Di Italia saja pada abad tersebut ada lebih daripada 250 koleksi sejarah alam yang tercatat, termasuk herbarium milik Luca Ghini di Padua dan koleksi yang lebih ekletik milik Ulisse Aldrovandi di Bologna. Koleksi sejarah alam lainnya yang terkenal di mana-mana di Eropa pada masa itu adalah milik Conrad Gesner, Felix Platter, dan kemudian milik keluarga John Tradescants, ayah dan anak. Di antara koleksi sejarah yang khusus adalah potret orang-orang besar yang dikumpulkan oleh Paolo Giovio di Como, koleksi arkeologikal milik keluarga Grimani di Venesia, dan koleksi indah manuskrip beriluminasi yang dikumpulkan oleh Sir Robert Cotton di Inggeris. Sejumlah koleksi lain yang lebih kemudian didapat dari biara-biara yang ditutup selama masa Reformasi. Pada saatnya nanti berbagai koleksi ini akhirnya sampai ke museum. Begitu juga halnya dengan koleksi Ferrante Imperato dari Napoli, koleksi Bernard Paludanus (Berant ten Broecke) dari Amsterdam, dan koleksi Ole Worm dari Kopenhagen.

Koleksi seperti ini pada abad ke-16 di Inggeris dan Perancis biasanya dikenal sebagai cabinet, sedangkan di wilayah Eropa yang berbahasa Jerman digunakan istilah Kammer atau Kabinett. Kadang-kadang digunakan istilah yang lebih mendekati, istilah Kunstkammer dan R├╝stkammer, misalnya, secara berturut-turut merujuk pada koleksi seni dan koleksi objek bersejarah atau perlengkapan perang. Spesimen alam dikelompokkan ke dalam Wunderkammer atau Naturalienkabinett. Di Inggeris istilah gallery dipinjam dari bahasa Italia galleria, dan merujuk pada tempat yang digunakan untuk memamerkan lukisan dan patung. Salah satu koleksi spesimen alam dari Italia disebut museo naturale.

Pada tahun 1565 Samuel van Quicheberg menerbitkan sebuah karya tentang sifat koleksi, yang menyebutkan bahwa koleksi merupakan representasi klasifikasi sistematik dari semua material yang ada di alam semesta. Pandangannya ini mencerminkan semangat sistem dan pencarian rasional yang mulai muncul di Eropa. Koleksi objek natural dan artifisial akan memainkan peran penting dalam gerakan ini. Hal ini misalnya dapat diilhat pada berbagai kajian tentang barang antik, dalam karya Nicolas-Claude Fabri de Peiresc di Aix-en-Provence di Perancis pada awal abad ke-17, atau pada klasifikasi kerajaan tumbuhan dan binatang yang dibuat oleh Carolus Linnaeus satu abad kemudian. Untuk kolektor yang tidak begitu khusus, karya seperti Museographia karya Casper F. Neickel (nama samaran Karpar Friedrich Jenequel) yang terbit di Leipzig tahun 1727, secara umum dapat membantu dalam melakukan klasifikasi, perawatan koleksi, dan mengidentifikasi sumber-sumber potensial yang mungkin dapat mengembangkan koleksi.

Sumber: Encarta Encyclopaedia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar