Senin, 16 Agustus 2010

Sejarah museum (2)

Museologi dan museografi
 
Sejalan dengan adanya identifikasi jelas atas peran museum dalam masyarakat, secara bertahap berkembanglah sejumlah teori, yaitu kajian yang sekarang disebut museologi. Karena berbagai alasan, teori ini berkembang lambat. Pekerja museum hampir selalu mereka yang berpengalaman dan terlatih di bidang ilmu yang berkaitan dengan koleksi tertentu, jadi mereka hanya memiliki sedikit pemahaman mengenai museum secara keseluruhan, bagaimana pengelolaannya, dan apa perannya bagi masyarakat. Akibatnya aspek praktikal kerja museum – misalnya, konservasi dan peragaan – didapat dengan cara meminjam dari bidang ilmu lain dan teknik lain, tidak peduli apakah hal tersebut sesuai atau tidak dengan kebutuhan museum dan masyarakat.

Jadi bukan hanya perkembangan teori tersebut yang lemah, tetapi aplikasi praktis teori itupun – dikenal dengan museografi – jauh dari harapan. Museum mengalami konflik kepentingan, yang berakibat pada kurang jelasnya identitas museum. Kemudian, metode magang untuk pekerjaan permuseuman hanya memberikan sedikit kesempatan untuk diperkenalkanya gagasan-gagasan baru. Situasi ini baru berubah setelah organisasi lain mulai mengkoordinasi, mengembangkan, dan mempromosikan museum. Pada beberapa kasus museum dikelompokkan, baik sebagian maupun seluruhnya, ke dalam pelayanan pemerintahan; pada kasus lain dibentuk asosiasi kaum profesional, sementara muncul dorongan tambahan berupa munculnya rasa tanggung jawab universitas dan perguruan tinggi dalam hal pelatihan dan penelitian museum.

Derivat kata museum memiliki sejarah panjang. Emanuel Mendes da Costa, dalam karyanya yang berjudul Elements of Conchology yang terbit tahun 1776, merujuk pada “museographists”, dan Zetschrift für Museologie und Antiquitätenkunde yang muncul di Dresden pada tahun 1881. Tetapi istilah museology dan museography telah digunakan secara serampangan dalam literatur, dan ada kecenderungan, khususnya di negara-negara berbahasa Inggeris, untuk menggunakan museology  atau museum studies untuk mencakup baik teori maupun praktik museum.

Bersambung.....
 

Sumber: Encarta Encyclopaedia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar